Tugas 2&3 Sistem Informasi Manajemen
Nama : Saraswati Citra Sugiarto
NPM : 36116851
Masalah-masalah yang di hadapi oleh lembaga
pendidikan sehingga membutuhkan SIM.
Perancangan atau
pembuatan SIM Pendidikan bermula dari masalah yang muncul dari lembaga
pendidikan. Sebutkan masalah apa saja yang sering dihadapi oleh lembaga
pendidikan sehingga membutuhkan SIM. Uraikan dengan menggunakan kerangka
pemecahan masalah (problem solving), yang terdiri dari: masalah pendidikan,
standart, yang telah terjadi, alternatif pemecahan masalah, dan solusi.
Masalah-masalah
yang sering dihadapi oleh lembaga pendidikan sehingga membutuhkan SIM
diantaranya adalah data pendaftaran siswa baru, data alumni atau lulusan, data
siswa pindahan, pengelolaan keuangan, kegiatan proses pembelajaran, pengelolaan
perpustakaan, administrasi kepegawaian yang meliputi data guru dan karyawan
maupun data mutasi guru, kegiatan ekstra dan intra kurikuler siswa, hubungan
dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi serta
hubungan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Dengan adanya SIM (Sistem
Informasi Manajemen) maka manajemen pendidikan di sekolah dapat dilakukan
dengan lebih mudah terkontrol. Hal ini akan lebih baik jika SIM dirancang
sesuai dengan standar Jardiknas.
Penggunanan SIM
dalam dunia pendidikan sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena pesatnya
pekembangan tekologi. E-Commerce, E-Government, E-Education, E-Library dll yang
berbasis elektronika. Sehingga SIM Pendidikan menjadi faktor penting untuk
meningkatkan pelayanan sekaligus penghematan bagi pendidikan dan kini telah
menjadi salah satu standar mutu sebuah pendidikan. Otomatisasi/komputerisasi
sistem pelayanan dan sistem informasi manajemen merupakan solusi yang tepat
untuk memecahkan masalah ini.
Cara menguraikan masalah tersebut dengan cara
seperti dibawah ini :
1.
Perencaan
Strategik :
•
Penetapan tujuan organisasi
•
Pendefinisian sasaran, kebijakan dan pedoman umum yang mengarahkan alur untuk
organisasi.
2.
Pengendalian
Manajemen :
•
Teknik perolehan, lokasi pabrik, produk baru
•
Pemakaian anggaran, laporan, perbedaan
3.
Pengendalian
Operasional :
•
Pendayagunaan fasilitas dan sumber daya yang ada untuk menyelenggarakan
kegiatan. tetapi semua itu tidak dapat berjalan sebagaimana yang kita inginkan
jika system manajemen pada suatu pendidikan tidak diperhatikan lebih. Dalam
konteks ini kita membutuhkan SIM untuk menghasilkan manajemen yang baik, karena
dengan komputerisasi dapat mempermudah kita dalam mencari data” yang kita
butuhkan, sebenarnya kita sudah dimanjakan untuk mendapatkan data-data yang
begitu mudah. tapi terkadang kurangnya informasi yang dimiliki suatu institusi
tentang beberapa Sistem, seperti:SIM. padahal jika kita menggunakan SIM
manajemen kita jadi lebih tercontrol dengan baik karena di dalam SIM terdapat:
Reading (membaca), Input Imasukan), Output (keluaran), Sorting (menyortir),
Transmiting (memindahkan), Calculating (menghitung), Comparing
(membandingkan), dan Storing (menyimpan, Yang akhirnya membuat manajemen pada
suatu lembaga pendidikan dapat berjalan secara harmoni jika kita
mengimplementasikan hal-hal diatas. Solusi
sederhananya adalah dengan membuat web blog. Web blog adalah website
pribadi yang menampilkan informasi, ide, dokumen maupun link intenet yang
gratis, seperti:blogspot,tumblrn dan wordpress. Pada perkembangannya blog juga
dapat dijadikan sarana promosi barang atau jasa, karena blog mempunyai sifat
open source jadi siapaun boleh mengembakannya dan bebas mengubah” feature serta
contentnya sesuai dengan yang kita inginkan hingga menghasilkan sesuatu yang
menarik. Kelebihannya antara lain satu posting blog dapat dibaca oleh
pengunjung blog yang tak terbatas dan dapat memberikan respon terhadap posting
blog melalui koment yang dapat dituliskan pada blog tersebut, yang akhirnya
dapat membangun wawasan kita pribadi sesuai dengan yang kita harapkan.
Buat satu contoh kasus Pendekatan Sistem
pada perusahaan yang memerlukan solusi untuk pengembangan sistem, kondisi
sistem ke sistem yang diinginkan(mengacu pada SIM):
Manajer
membuat keputusan untuk memecahkan masalah, dan informasi di gunakan dalam
membuat keputusan. Informasi di sajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh
suatu pengolah informasi. Porsi komputer untuk mengolah informasi terdiri dari
area aplikasi berbasis komputer-SIA,SIM,DSS, kantor virtual dan sistem berbasis
pengetahuan. Kita menggunakan istilah sistem informasi Manajemen(SIM) untuk
menggambarkan hal apa saja yang harus kita lakukan untuk mengatur manajemen
yang baik pada suatu system dengan cara sebagai berikut:
1. Planning. Manager merencanakan (plan) apa
yang akan mereka lakukan.
2.
Organizing. Kemudian, mengorganisasikan (organize) untuk mencapai rencana
tersebut.
3.
Staffing. Selanjutnya, mereka menyusun staf (staff) organisasi mereka dengan
sumber daya yang diperlukan.
4.
Directing. Dengan sumber daya yang ada mereka mengarahkan (direct) untuk
melaksanakan rencana.
5.
Controlling. Akhirnya mereka mengendalikan (control) sumber daya, menjaganya
agar tetap beroperasi secara optimal. Setelah kita melakukan hal” diatas kita
dapat menentukan hal apa yg lebih diprioritaskan untuk dimulai terlebih dahulu
agar system manajemen pada suatu perusahaan berjalan secara seimbang, dengan
cara menyeleksi tetapi disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, maka akan
menghasilkan manajemen yang baik. jika sudah diseleksi maka kita dapat
melakukan langkah pertama yang akan kita lakukan dengan cara menyusunnya secara
sistematis tetapi berdasarkan dari 5 cara tersebut.
Daftar pustaka:
Penerapan Teknologi Informasi atau Sistem Informasi pada PT.Indosat,Tbk
Nama
: Saraswati Citra Sugiarto
NPM
: 36116851
Artikel
PT. Indosat,Tbk
Indosat
didirikan pada 20 November 1967. Didirikan sebagai perusahaan modal asing oleh
pemerintah Indonesia dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk.
(Persero), perusahaan ini mulai beroperasi pada September 1969 sebagai
perusahaan komersil penyedia jasa sambungan langsung internasional (IDD).
Perusahaan ini membangun, memindahkan, dan melakukan kaidah operasional sebuah
organisasi telekomunikasi internasional (International Telecommunications
Satellite Organization) disingkat Intelsat, untuk mengakses Intelstat lain
(satelit) yang berada di Samudra Hindia dengan durasi kesepakatan 20 tahun
hingga 1987. Sebagai konsorsium global organisasi satelit komunikasi, intelstat
memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit-satelit komunikasi.
Selengkapnya : https://investoruajy.wordpress.com/2014/10/23/laporan-analisis-manajerial-pt-indosattbk/
Penerapan Teknologi informasi atau Sistem Informasi
pada PT. Indosat,Tbk
Artikel ini
membahas tentang M2M (machine to machine).Yaitu teknologi yang memungkinkan
komputer, peralatan mekanis, peralatan elektronik untuk saling terkoneksi dan
bertukar informasi data via jaringan (nirkabel, kabel atau hybrid). Melalui
koneksi dan informasi data ini, masing-masing alat dapat melakukan interaksi
maupun kontrol satu dengan yang lainnya. Dan layanan yg di tawarkan salah
satunya adalah Wireless ATM. Dengan Layanan Wireless ATM memberikan solusi
industri perbankan untuk menghubungkan Terminal ATM dengan ATM Server/Host Bank
menggunakan jaringan GSM (voice atau data) dan HSDPA/3,5 G.
Dengan layanan Wireless ATM, indosat
juga mempunyai fitur yaitu dompet kirim uang. Pelanggan yang menggunakan
layanan dompetku ini dapat menngunakannya untuk melakukan berbagai transaksi
keuangan seperti pembelian di merchant, pembayaran tagihan, pengisian pulsa dan
transfer saldo dompet belanja hanya melalui handphone pelanggan. Untuk
menggunakan layanan dompetku, pelanggan harus memiliki account dengan cara
mendaftarkan nomor kartu Indosat yang aktif. Dan pelanggan melakukan isi saldo
melalui jaringan ATM. dan bekerja sama dengan beberapa yaitu misalnya M-banking
BCA, M-PertamaBank, dan juga AlfaMart.
Nilai nilai yang tercantum pada
artikel indosat dengan menunjukan perhatian, menghargai serta melayani dengan
sepenuh hati. indosat juga mempunyai layanan yang berkaitan dengan sistem
informasi selain wireless ATM yaitu costumercare service. Untuk melayani
pelanggan Indosat pada sebelumnya indosat menggunakan call center untuk
pelanggan yang mempunyai keluhan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan PT.
Indosat,TBK. Tetapi dengan seiringnya waktu berjalan indosat mempunyai layanan
baru yang dapat di akses degan mudah melalui aplikasi twitter. Itu adalah salah
satu contoh sistem informasi atau teknologi informasi. Dan juga pelanggan dapat
mengakses melalui website indosat. Sehingga pelanggan dapat puas dengan keluhan
keluhan dan indosat juga menunjukan nilai perhatian terhadap konsumen.
Di lihat kepuasan konsumen pelanggan
indosat, indosat juga menawarkan sesuatu yang menggunakan teknologi informasi
yaitu dengan menciptakan aplikasi “mycare” untuk memudahkan dan mengatur
layanan nomor indosat smartdevice secara online. Dengan fitur yang tersedia
yaitu layanan kartu, isi ulang, layanan tambahan, daftra paket dan taguhan
pascabayar. Selain “mycare” indosat uga mempunyai aplikasi lain yaitu “myIM3”
dengan mempunyai fitur yang lebih keren.
Terimakasih
😊😊😊😊😊😊😁😁😁😁😁
Membandingkan Organisasi saat ini dengan Sejarah Organisasi yang dulu
Organisasi
zaman dahulu tidak terlalu mendapat area luas untuk beraksi atau dalam kata
lain tidak diberikan hak se bebas mungkin dikarenakan dihalanginoleh golongan
tua. Kalau yabg sekarang, organisasi pemuda lebih mengambil alsi nyata dalam
pemerintahan contohnya adalah :
Salah satu tonggak sejarah
perjuangan Bangsa Indonesia adalah Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap
tanggal 28 Oktober. Namun momen penting ini tidaklah berdiri sendiri, Sumpah
Pemuda merupakan hasil dari serangkaian perjuangan-perjuangan Bangsa Indonesia
sejak ribuan tahun silam dalam usaha membebaskan diri dari belenggu penjajahan.
Seperti kita ketahui
bersama, sebelum 1928, perjuangan telah dimulai sejak abad ke-17, dimana waktu
itu perlawanan-perlawanan secara fisik dari berbagai daerah muncul akibat
kekejaman dan penindasan kaum penjajah. Tak heran, kalau di tahun 1628 dan 1629
Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram berani menyerang kompeni hingga ke
Batavia.
Tahun
1662 – 1669 Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI juga mengadakan perlawanan
mengusir penjajah di Makasar. Lalu 1817 di Ambon ada Pattimura, kemudian 1825
-1830 terjadi Perang Diponegoro, demikian pula di Sumatera, Tuanku Imam Bonjol
memimpin perlawanan pada tahun 1824 hingga 1837. Perlawanan lainnya pun muncul
dengan tujuan yang sama mengusir penjajah dari bumi Indonesia.
Akan tetapi sangat
disayangkan, perjuangan tersebut tidak membawa hasil yang diharapkan karena
politik devide et impera yang diterapkan Belanda waktu itu mampu menaklukkan
semua perlawanan. Belanda mampu menaklukkan hampir seluruh wilayah nusantara
sehingga bangsa ini semakin mengalami penderitaan panjang.
Sadar akan hal tersebut,
para pemuda Indonesia yang memiliki semangat dan jiwa patriotisme kemudian
melakukan bentuk perlawanan dalam bentuk yang lain. Mereka melawan – bukan
dalam arti fisik – melalui organisasi Budi Oetomo yang didirikannya pada 20 Mei
1908. Momen ini kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah kebangkitan pemuda
Indonesia dalam pergerakan kebangsaan Indonesia, yang kemudian diakui sebagai
Hari Kebangkitan Nasional.
Beberapa
tahun kemudian tepatnya 1911 muncul Sarekat Islam yang didirikan oleh HOS
Tjokroaminoto. Setahun kemudian namanya diubah menjadi Sarekat Dagang Islam.
Selain itu di tahun yang sama, berdiri pula Indische Partai yang dipimpin oleh
tiga serangkai yaitu Danudirdja Setia Budi, Ki Hajar Dewantara dan Tjipto
Mangunkusumo. Tujuan politiknya sangat jelas yaitu untuk membebaskan Indonesia
dari penjajahan Belanda. Ketiga tokoh ini kemudian dibuang karena dianggap
membahayakan kelangsungan Pemerintah Hindia Belanda melalui tulisan-tulisannya
yang tajam di surat kabar. Demikian pula gerakan dan aksi-aksi yang mereka
lakukan.
Organisasi-organisasi lain
pun kemudian bermunculan, namun belum memberikan harapan yang menggembirakan.
Mereka tetap tak mampu menghadapi dan memberikan perlawanan berarti disebabkan
perjuangan yang mereka lakukan masih sendiri-sendiri.
Setelah
menyadari kondisi seperti itu, keadaan pun lalu berubah. Para pemuda kemudian
berfusi, menyatukan diri dan mengusung rasa kebangsaan yang selama ini belum
tersentuh. Ini kemudian melahirkan Kongres Pemuda Indonesia I pada tahun 1926.
Waktu itu cita-cita persatuan menjadi tujuan utama, namun masih belum dapat
diwujudkan secara nyata.
Rasa kebangsaan dan
persatuan itu mencapai puncaknya dengan kemunculan pemuda Soekarno, anggota Jong
Java. Ia terus mengobarkan rasa persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai
landasan untuk mencapai kemerdekaan. Pemuda yang kemudian terkenal dengan
julukan Bung Karno ini mendasarkan perjuangan mencapai kemerdekaan pada
kekuatan sendiri, anti kapitalisme dan imperialisme serta non-cooperation atau
tak bersedia bekerja sama dengan Hindia Belanda.
Atas
prakarsa Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, maka diadakan Kongres Pemuda
Indonesia II di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres dihadiri
oleh berbagai perhimpunan pemuda yang ada di Indonesia. Dalam sidang ketiga, 28
Oktober 1928 itulah kemudian dicetuskan Sumpah Pemuda yang sangat terkenal
hingga sekarang.
Sumpah Pemuda sebagai
tonggak sejarah perjuangan yang bersifat nasional, meliputi seluruh wilayah
nusantara mencapai cita-cita bersama. Pada Kongres ini pula diperkenalkan lagu
kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza oleh Wage Rudolf Supratman.
Kata-kata keramat yang
dicetuskan dalam Kongres II Pemuda Indonesia tersebut terus mengakar dalam diri
setiap anak bangsa. Perjuangan terus berlanjut, perlawanan terhadap Pemerintah
Hindia Belanda pun tak berhenti hingga mencapai puncak dengan
diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
Rasa
kebangsaan, persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga dengan jiwa dan
semangat Sumpah Pemuda. Jangan sampai kerja keras para pemuda pada masa
perjuangan dahulu terbuang percuma dengan kondisi Bangsa Indonesia di masa
sekarang.
Kalau dulu kaum penjajah
yang memecah belah bangsa Indonesia, bukan tidak mungkin persatuan dan kesatuan
yang selama ini kita bina terkoyak oleh ulah bangsa sendiri. Bahasa Indonesia
yang selama ini diakui sebagai bahasa persatuan rusak justru oleh perilaku
bangsa sendiri.
Jadi, perbedaan
organisasi dulu dengan yang sekarang karena dulu tidak terlalu mendapat area
luas untuk bereaksi atau dalam kata lain tidak diberikan hak sebebas mungkin
dikarenakan dihalangi oleh golongan orangtua. Sedangkan yang sekarang
organisasi lebih mengambil aksi nyata dalam pemerintahan.
Daftar Pusaka :
Sebutkan dan jelaskan Gaya Kepemimpinan
Macam-Macam Gaya
Kepemimpinan
1. Gaya Kepemimpinan
Otoriter / Authoritarian
Gaya
kepemimpinan otoriter adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan
kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian
tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut,
sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan
Demokratis / Democratic
Gaya
kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara
luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan
bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis
pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para
bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas /
Laissez Faire
Pemimpin
jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya
yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
EMPAT GAYA KEPEMIMPINAN DARI
EMPAT MACAM KEPRIBADIAN
Keempat
gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah :
1.
Gaya Kepemimpinan Karismatis
2.
Gaya Kepemimpinan Diplomatis
3.
Gaya Kepemimpinan Otoriter
4.
Gaya Kepemimpinan Moralis
Gaya
Kepemimpinan Karismatis
Kelebihan
gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona
dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan
gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan
tantangan.
Mungkin, kelemahan terbesar
tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa Tong Kosong
Nyaring Bunyinya. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka.
Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan kecewa karena
ketidak-konsisten-an. Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika
diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan
maaf, dan janji.
Gaya
Kepemimpinan Diplomatis
Kelebihan
gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang
seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya,
melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih
ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya,
dan juga menguntungkan lawannya.
Kesabaran
dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya,
mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. Namun kesabarannya ini bisa
sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan
tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang
membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.
Gaya
Kepemimpinan Otoriter
Kelebihan
model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada
satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia
memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada
adalah hasil. Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam
adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat
mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau
dimakan adalah prinsip hidupnya.
Gaya
Kepemimpinan Moralis
Kelebihan
dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan
kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan
para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri
pemimpin ini. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari
segala kekurangannya.
Kelemahan dari pemimpinan
seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang
bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan
bersahabat.
Jika saya menjadi pemimpin,
Saya akan lebih memilih gaya kepemimpinan demokratis.
Karena melalui gaya
kepemimpinan seperti ini semua permasalahan dapat di selesaikan dengan
kerjasama antara atasan dan bawahan. Sehingga hubungan atasan dan bawahan bisa
terjalin dengan baik.
Daftar Pusaka :
Tipe-Tipe Kepemimpinan
Tipe- Tipe Kepemimpinan
Ada enam tipe kepemimpinan
yang diakui keberadaannya secara luas.
1)
Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang
otokratis adalah seorang pemimpin yang:
• Menganggap organisasi
sebagai milik pribadi
• Mengidentikan tujuan
pribadi dengan tujuan organisasi
• Menganggap bawahan sebagai
alat semata- mata
• Tidak mau menerima kritik,
saran, dan pendapat
• Terlalu bergantung kepada
kekuasaan formalnya
• Dalam tindakan
penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan
dan punitif (bersifat menghukum)
2)
Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang
bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
• Sering mempergunakan
sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
• Senang bergantung pada
pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
• Senang kepada formalitas
yang berlebih- lebihan
• Menuntut disiplin yang
tinggi dan kaku dari bawahan
• Sukar menerima kritikkan
dari bawahan
• Menggemari upacara-
upacara untuk berbagai acara dan keadaan
3)
Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
• Menganggap bawahannya
sebagai manusia yang tidak dewasa
• Bersikap terlalu
melindungi
• Jarang memberikan
kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
• Jarang memberikan
kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
• Sering bersikap maha tahu
4)
Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum
berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma,
yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang
amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat
besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi
pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian
diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).
5)
Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
• Dalam memimpin organisasi
biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota
organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal
kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
• Organisasi akan berjalan
lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-
orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi,
sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing
anggota.
• Seorang pemimpin yang
tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
• Seorang pemimpin yang
memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya
6)
Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
• Dalam proses penggerakkan
bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk
termulia di dunia
• Selalu berusaha
mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan
tujuan pribadi dari para bawahannya
• Senang menerima saran,
pendapat bahkan kritik dari bawahannya
• Selalu berusaha untuk
menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
• Selalu berusaha
mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
• Berusaha mengembangkan kapasitas
diri pribadinya sebagai pemimpin
• Para bawahannya dilibatkan
secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses
pengambilan keputusan.
Daftar Pusaka :
Sejarah Perkembangan Organisasi
Sejarah perkembangan organisasi
Sejarah Pengembangan
Organisasi sangat erat hubungannya dengan teori organisasi. Teori Organisasi
meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik, dan teori
organisasi modern.
1.
Teori
Organisasi Klasik
Teori klasik
(classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang berisi
konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).
Dalam teori ini,
organisasi secar umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai organisasi
yang sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta
memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung
kreatifitas. Dalam teori ini organisasi didefinisikan sebagai struktur
hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan,
kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain bila orang-orang bekerja
sama.
Teori Klasik
berkembang dalam 3 aliran yaitu: teori birokrasi, teori administrasi, dan
manajemen ilmiah.
a)
Teori
Birokrasi
Teori
ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic dan Spirit
of Capitalism”.
Karakteristik-karakteristik
birokrasi menurut Max Weber:
1.
Pembagian Kerja yang jelas.
2.
Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
3.
Program rasional dalam mencapai tujuan organisasi
4.
Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
5.
Sistem aturan yang mencakup Hak dan Kewajiban posisi para pemegang jabatan
6.
Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal.
b)
Teori
Administrasi
Teori
ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall
Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
Henri Fayol
mengemukakan dan mambahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan
teori ini yaitu:
-
Pembagian Kerja / Division of Work
-
Wewenang dan Tanggung jawab
-
Disiplin
-
Kesatuan perintah
-
Kesatuan pengarahan
-
Mendahulukan kepentingan umum dari pada pribadi
-
Balas jasa
-
Sentralisasi
-
Rantai scalar
-
Aturan
-
Keadilan
-
Kelanggengan personalia
-
Inisiatif
-
Semangat korps
c)
Manajemen
Ilmiah
Manajemen
Ilmiah dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor tahun 1900. Ada beberapa
pendapat tentang manajemen ilmiah, salah satunya adalah mengatakan manajemen
ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan
masalah-masalah organisasi.
Taylor mengemukakan
empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi
perusahaan, yaitu:
·
Menggantikan
metoda-metoda kerja dalam praktek dengan berbagai metoda yang dikembangkan atas
dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
·
Mengadakan
seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah.
·
Pengembangan
ilmu kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus
diintegrasikan.
·
Untuk
mecapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat dan mental para
karyawan.
2.
Teori
organisasi klasik
Teori organiisasi
klasik sepenuhnya hanya menguraikan anatomi organisasi formal. Dalam organisasi
formal ada empat unsure pokok yang selalu muncul, yaitu:
o
System
Kegiatan yang terkoordinasi
o
Kelompok
orang
o
Kerjasama
o
Kekuasaan
dan kepemimpinan
Menurut para pengikut
aliran teori klasik, adanya suatu organisasi formal sangat tergantung pada
empat kondisi pokok, yaitu:
o
Kekuasaan
o
Saling
melayani
o
Doktrin
o
Disiplin
3.
Teori
Organisasi Neoklasik
Teori
Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi(The Human
Relation Movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Dasar
teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan
sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Perkembangan teori
neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di
Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Percobaan-percobaan
ini dilakukan dari tahun 1924 sampai 1932 yang menandai permulaan perkembangan
teori hubungan manusiawi dan merupakan kristalisasi teori neoklasik. Pada
akhirnya percobaan Howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok
kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Dalam hal pembagian
kerja, teori neoklasik mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut:
o
Partisipai
o
Perluasan
kerja
o
Manajemen
bottom-up
4.
Teori
Organisasi Modern
Teori
modern biasanya disebut juga sebagai analisa sistem pada organisasi. Teori
modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling
ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu
sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi
organisasi merupakan sistem terbuka.
Teori modern dikembangkan tahun 1950, dalam
banyak hal yang mendalam teori modern dengan klasik berbeda, perbedaan tersebut
diantaranya:
TeoriN Klasik memusatkan pandangannya pada
analisa dan deskripsi organisasi, membicarakan konsep koordinasi, scalar dan
vertikal.
Teori
ModernN menekankan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu
kebutuhan yang menyeluruh, lebih dinamis dan lebih banyak variabel yang
dipertimbangkan.
Teori Modern
menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada
sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi, yaitu:
o
Komunikasi
o
Konsep
keseimbangan
o
Proses
pengambilan keputusan
Tujuan Perkembangan
Organisasi ;
1.
Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota
organisasi.
2.
Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
3.
Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi.
4.
Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan
mengendalikan
diri.
Sebagai contohnya :
Bangunan piramida di Mesir dan candi Borobudur di Indonesia harus melibatkan
ratusan sampai ribuan orang dan menggunakan ribuan batu sebagai bahan dasarnya.
Tentu pekerjaan besar tersebut harus dilakukan dengan perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian yang cermat. Jadi, manajemen bisa juga
disebut dengan kesatuan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Kita juga
sebagai manusia sering melakukan kegiatan manajemen, sejak dari kita anak-anak
sampai dewasa nanti. Tanpa memanage atau mengatur diri kita sendiri kita tidak
bisa mencapai sesuatu yang kita inginkan. Sebagai contoh kita ingin pergi ke
sekolah terlebih dahulu kita harus mengatur diri kita mulai dari bangun tidur
hingga sampai di sekolah. Jadi, seseorang yang memanage dirinya dengan
sebaik-baiknya maka ia akan mendapatkan sesuatu yang ditujunya.
Daftar Pusaka :
Langganan:
Postingan (Atom)
