Contoh Proposal Jajanan DimDaM Frozen (Dimsum Daging Manis)


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Di Indonesia sendiri selain turis-turis yang berkunjung dan tinggal banyak pula orang-orang yang berdarah tiongkok. Dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) adalah istilah dari bahasa Kantonis dan artinya adalah "makanan kecil". Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau brunch. Namun karena dimsum populer ke dunia dari Hongkong maka istilah dimsum lebih populer dibandingkan dianxin.
Sejak abad 10 telah dikenal sekitar 2.000 jenis macam dim sum. Di masa sekarang sebuah restoran besar dim sum biasanya menyajikan sekitar 100 jenis dim sum diantaranya yaitu diantaranya Hakau, Siomay, Char Siu Baau, Bakpao, Mantao, Lo Mai Gai dan lain lain. Dim sum kemudian menjadi sarapan pagi khas Hong Kong (Hong Kong terletak tepat di seberang Propinsi Guangdong, Cina, sehingga masyarakatnya mengikuti kebiasaan di Guangdong). Dim sum sengaja dibuat kecil agar mudah disantap dalam satu kali suapan Bentuknya harus indah agar enak dinikmati bersama teh.
Ide untuk memanfaatkan Dimsum Bakpao ini muncul dari pengalaman teman kami yang sangat suka dengan Dimsum. Alasan lain yang mendukung untuk memanfaatkan dimsum bakpao ini adalah karena penyajiannya belum variatif. Sebagian masyarakat indonesia mengolah dan membeli bakpao tidak bisa di simpan terlalu lama.
Melalui produksi makanan berupa dimsum berjenis bakpao yang berisi daging giling manis ini akan menambah variasi jenis makanan cemilan dari daerah Tiongkok, Hongkong. Selain itu, dengan penambahan aneka isi nya juga beragam untuk meningkatkan daya tarik peminat dan daya jual Dimsum Bakpao ini.

1.2 Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas adalah:
·         Bagaimana mengolah Dimsum Bakpao menjadi DimDam Frozen yang bernilai jual dan bergizi tinggi?
·         Bagaimana memperkenalkan Dimsum Bakpao menjadi DimDam Frozen yang belum begitu populer kepada masyarakat?
·         Bagaimana menyajikan produk yang kreatif dan ramah lingkungan sehingga meningkatkan selera komsumen?

1.3 Tujuan Program
Tujuan dari program ini adalah sebagai berikut:
·         Menghasilkan Dimsum bakpao yang bernilai jual dan bergizi tinggi.
·         Mengoptimalkan manfaat dari Dimsum Bakpao yang selama ini belum begitu bervariasi dalam penyajiannya.
·         Menghasilkan sebuah Dimsum Bakpao yang awet di simpan lama dalam keadaan frozen(beku) tanpa pengawet.
·         Meningkatkan daya kreativitas dan jiwa kewirausaan mahasiswa.
·         Membuka peluang usaha baru di bidang kuliner.
·          Meningkatkan pendapatan mahasiswa.

1.4 Luaran dan Manfaat yang Diharapkan
Keluaran yang kami harapkan dari PKM ini adalah sebagai berikut:
·         Menghasilkan cemilan baru berupa Dimsum Daging Manis Frozen yang mampu memberikan ketahanan pada makanan sehingga dapat disimpan lama dalam kulkas.
·          Produk makanan yang akan menginspirasi para produsen makanan untuk menciptakan produk baru yang sebelumnya kurang begitu terkenal dan kurang begitu unik.












BAB 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


2.1 Profil Produk
                              I.        Keterangan Produk
Produk ini merupakan pengembangan dari pengolahan Dimsum Bakpao yang berisi Daging. Keunggulan yang dimiliki produk ini karena daging mengandung protein dan beberapa gizi lainnya seperti zat besi, vitamin B kompleks dan lain-lain. "DimDam Frozen memiliki beberapa variasi rasa, yaitu:
·         “DimDam Frozen” Original
Dimsum Bakpao isi Daging Manis.

·         “DimDam Frozen” rasa Pedas
Dimsum Bakpao isi Daging Manis Pedas.

·         “DimDam Frozen” rasa Asin
Dimsum Bakpao isi Daging Manis dan diberi rasa Asin (lebih gurih).

·         “DimDam Frozen” rasa Barbeque
Dimsum Bakpao isi Daging Manis dan diberi rasa barbeque.


                            II.        Harga
Dimsum Daging Manis Frozen ini dijual dengan harga Rp 20.000 per kotak. Satu kotak isi 5 .Penentuan harga Rp 20.000 per kotak dengan pertimbangan bahwa sasaran utama produk adalah mahasiswa dan masyarakat kalangan menengah ke bawah, sehingga harga jual yang tidak terlalu tinggi akan membantu memperlancar proses penjualan. Harga tersebut juga ditentukan berdasarkan perhitungan dengan biaya pembuatan/ produksi, sehingga telah diperhitungkan besarnya nilai keuntungan yang akan diperoleh.

                           III.        Tempat Pembuatan dan Cara Pembuatan
Tempat produksi Dimsum Bakpao ini di Bogor Asri Blok i2 no.8 dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut strategis dan dekat dengan pasar tradisional, sehingga mempermudah dalam mengakses bahan baku. Cara pembuatan Dimsum Bakpao adalah:
Bahan-Bahan:
·         Tepung terigu protein rendah
·         Ragi instan 8 gram
·         gula tepung 100 gram
·         air es 175 ml
·         tepung meizena 60 gram
·         mentega putih 30 gram
·         baking powder 1/2 sendok teh
·         garam 1 sendok teh
Bahan Isi:
·         Ayam Giling 200 gram
·         Gula Pasir 1/4 sendok teh
·         daung bawang 1 batang, iris-iris
·         garam 1/2 sendok teh
·         bawang merah 4 buah
·         merica bubuk 1/4 sendok the
·         (bahan tambahan : Rasa Asin, Pedas, Barbeque)
Cara Membuat Bakpao Isi Daging:
·         Pertama-tama campur tepung terigu, tepung meizena, ragi intan, gula tepung dan baking powder. Aduk sampai semua bahan tercampur rata
·         Masukan air dan uleni adonan sampai kalis. Tambahkan mentega putih dan garam, kemudian uleni lagi lalu diamkan selama 30 menit
·         Sambil menunggu, silahkan membuat bahan isi. caranya haluskan bawang merah dan bawang putih lalu tambahkan merica bubuk, garam dan gula pasir. Masukan daun bawang dan ayam giling, (jika ingin variasi rasa yang berbeda tambahka rasa asin,pedas atau barbeque) aduk sampai rata.
·         Ambil sedikit adonan lalu bentuk menjadi bulat-bulat. lakukan sampai adonan habis dan diamkan selama 10 menit
·         Pipihkan adonan tersebut lalu isi menggunakan bahan isi
·         Bentuk adonan menjadi bulat kembali lalu taruh diatas kertas bakpao
·         Diamkan lagi selama 30 menit agar adonan lebih mengembang
·         Kukus adonan selama 30 menit
·         Angkat dan Bakpao Isi Daging lalu masukan Bakpao ke dalam kotak lalu beku kan ke dalam kulkas.

                          IV.        Promosi
·         Penyebaran Informasi secara langsung
Penyebaran informasi secara langsung dilakukan oleh kelompok “DimDam Frozen” dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Cara promosi demikian dimulai pada teman-teman kami. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi kejelasan produk yang lebih efektif dan setelah itu, diharapkan konsumen akan dapat menyebarkan keunggulan produk kami kepada lebih banyak orang.

·         Pemberian Informasi secara tidak langsung
Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya penyebaran brosur dan leaflet, penempelan poster, pemasangan spanduk, dan pemasangan banner produk “DimDam Frozen” akan menggambarkan keunggulan produk kami dalam media promosi tersebut yang secara otomatis juga akan menyertakan nomor telepon untuk memudahkan konsumen yang akan meminta pesanan.

·         Penyebaran Informasi melalu Media Sosial
Semakin berkembangnya teknologi, fasilitas internet semakin mudah didapatkan.  Jadi sudah hal yang lumrah jika memanfaatkan internet sebagia media promosi. Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial seperti Instagram dan twitter. Selain itu promosi juga dapat dilakukan melalui blog.

2.2 Gambaran Konsumen
DimDam Frozen ini menggunakan sumber daya manusia untuk membuat dan memasarkan produknya. Tanpa adanya manusia, Produk DimDam Frozen tidak akan bisa dibuat  dan dipasarkan. DimDam Frozen dibuat dan dipasarkan oleh 3 orang yang semuanya merupakan mahasiswa Gunadarma. Konsumen sebagai pembeli berinteraksi dengan pembuat dan pemasar DimDam Frozen sehingga menciptakan kondisi jual beli

2.3 Bukti Fisik Produk
DimDam Frozen dalam pemasarannya memiliki beberapa ciri-ciri. Ciri tersebut adalah perbedaan dalam sistem pengemasan yang menggunakan kotak(box) mika sehingga awet dan bakpao dalam keadaan freh.satu kotak berisi 5 buah Dimsum Bakpao.

Image result for bakpao daging isi daging

2.4 Proses Pembuatan
Proses Pembuatan DimDam Frozen dilakukan secara manual. Penggunaan kotak berbahan mika berdasarkan alasan bahwa Dimdam Frozen ini harus dalam keadaan beku dan fresh.


BAB 3
METODE PELAKSANAAN



3.1 Pra Produksi

                              i.        Tahap Perencanaan
·         Hal pertama yang dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu survey pasar yang dilakukan sebagai langkah awal dalam memulai sebuah usaha. Tujuan dilakukannya survei  adalah untuk mengetahui kondisi pasar, minat konsumen, dan perencanaan inovasi lebih lanjut.
·         Hal kedua yang perlu dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu melakukan studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki prospek yang menguntungkan dan memiliki prospek jangka panjang.

                            ii.        Tahap Persiapan
·         Persiapan yang perlu dilakukan adalah meliputi persiapan dalam pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi.
·         Persiapan dan pengadaan  bahan baku serta bumbu-bumbu untuk langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang lengkap akan memudahkan saat proses produksi seuatu usaha.

                           iii.        Tahap Pengadaan Produk
Pembuatan sampel barang diperlukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kualitas suatu produk sebelum nantinya dipasarkan dalam jumlah besar. Dalam pembuatan tester, hal yang perlu dilaksanakan untk mengetahui cita rasa produk, pengemasan produk, takaran produk per sajian serta penampilan produk. Sampel yang telah dibuat kemudian dibuat sebagai acuan untuk mengenali selera masyarakat dan dapat dijadikan sebagai tolok ukur produk yang bagaimana yang sesuai dengan selera masyarakat.

            3.2 Produksi

·         Proses produksi merupakan kegiatan inti dari aktivitas wirausaha, kegiatan produksi memiliki beberapa tahapan, tahapapn tersebut meliputi persiapan bahan baku, kegiatan pengolahan  dan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran kepada konsumen
·         Salah satu kegiatan produksi adalah pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting karena dengan pemasaran, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dapat dikatakan berhasil ketika terdapat suatu strategi pemasaran yang efektif dan menarik konsumen, misalnya melalui mekanisme penentuan segmentasi pasar dan pemasaran melalui media-media sosial yang atraktif dan dapat menarik konsumen. Pemasaran juga harus memperhatikan segmentasi konsumen dan segmentasi lokasi pemasaran, kegiatan promosi dan kegiatan perluasan usaha atau pangsa pasar.
·         Promosi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Hal ini dilakukan dengan membuat pamflet-pamflet yang di design  dengan sedemikian rupa dan berisi informasi tentang gambaran produk, penawaran barang dan harga,  cara pemesanan, diskon yang diberikan kepada pelanggan serta mengenai lokasi penjualan produk. Sasaran pamflet  ini adalah tempat-tempat umum yang potensial untuk dikunjungi banyak orang, seperti pasar, alun-alun kota, kantor-kantor pemerintah, lembaga pendidikan, dan pada tempat-tempat strategis misalnya di daerah perempatan atau pertigaan jalan raya yang sering dilalui oleh banyak orang.



3.3 Pasca Produksi

·         Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan pelaporan yang berada pada tahap pasca produksi. Tahap pelaporan berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap pasca produksi dan tahap produksi dengan durasi waktu tertentu. Tahap pelaporan ditujukan untuk mengetahui rangkaian kegiatan usaha dan keuntungan yang didapat, sehingga diperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi.


3.4 Manajemen Organisasi

Usaha pembuatan Dimsum Bakpao ini dijalankan oleh kami bertiga, tetapi untuk mengantarkan pesanan dapat dibantu oleh keluarga atau menyuruh orang.

3.5 Planning Usaha

Rencana usaha ini awalnya memiliki tujuan yang baik untuk masa depan kami. Tujuannya selain ingin mendapat keuntungan dan tambahan uang saku, usaha ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua kita sehingga tidak perlu membiayai uang saku, lalu ingin memperbaiki kondisi gizi masyarakat lewat jajanan ini, karena secara manusiawi, masyarakat memiliki tingkat ketertarikan tinggi akan suatu inovasi jajanan dan uniknya suatu jajanan.


BAB 4
Biaya dan Jadwal Kegiatan



4.1         Anggaran Biaya
Rancangan biaya yang diusulkan melalui proposal ini adalah sebagai berikut :
NO
Nama Barang
Jumlah
Harga
1
Tepung Terigu
1kg
Rp. 10.000
2
Ragi Instan
8 gr
Rp. 4000
3
Gula Halus
100 gr
Rp. 2000
4
Tepung Mizena
60 gr
Rp. 2000
5
Mentega Putih
30 gr
Rp. 2000
6
Gula Pasir
¼ sendok
Rp. 500
7
Garam
2 sendok
Rp. 500
8
Merica Bubuk
1 bks
Rp. 500
9
Daun Bawang
1 btg
Rp. 500
10
Bawang Merah
4 siung
Rp.1000
11
Daging Giling
200 gr
Rp. 25.000
12
Baking Powder
1 btl
Rp. 2000


Jumlah
Rp.50.000



4.2         Jadwal Kegiatan
No
Jenis Kegiatan
Bulan
1
2
3
4
5
1
Pengajuan Proposal
V
2
Perancangan Alat-Alat
V
3
Proses Pembuatan
V
4
Pengepakan
V
5
Penjualan
V
6
Evaluasi
V



BAB 5
PENUTUP

5.1 Penutup
Demikian proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya, beesar harapan kami pihak kampus dapat mempertimbangkan pengajuan proposal ini dan kami berharap dapat disetujui agar kami dapat membuka usaha ini. Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi kami.

5.2 Nama dan Biodata

Nama Mahasiswa:
Nama Lengkap                   : Aisyah Dias Amalia
NPM                                   : 30116430
Angkatan                            : 2016
Jurusan/Program Studi       : D3 – Manajemen Informatika
Universitas                          : Gunadarma

Nama Lengkap                   : Leilla Nurma Audia
NPM                                     : 34116015
Angkatan                            : 2016
Jurusan/Program Studi       : D3 – Manajemen Informatika
Universitas                          : Gunadarma

Nama Lengkap                   : Saraswati Citra Sugiarto
NPM                                    : 36116851
Angkatan                            : 2016
Jurusan/Program Studi       : D3 – Manajemen Informatika
Universitas                          : Gunadarma

 Daftar Riwayat Hidup Dosen Pendamping:
Nama                                              : Sri Rakhmawati
Jenis Kelamin                                 : Perempuan
Jabatan Pokok                                : Staff pengajar/ Kepala Sekertariat Dosen
Telp                                                : 021 - 7711024
Alamat Rumah                               :Jl. Beringin VII no.12
e-mail                                             : Rakhma@staffsite.gunadarma.ac.id
Pendidikan                                     : Magister (S2) IPB Bogor



Pendekatan Untuk Mencapai Koordinasi yang Efektif


     Komunikasi merupakan kunci utama dalam koordinasi yang efektif. Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan, penyebaran dan pemrosesan informasi.semakin banyak hal – hal yang tidak pasti pada koordinasi maka akan semakin banyak pula informasi yang harus kita dapatkan.karena pada dasarnya koordinasi itu sendiri merupakan pemrosessan infornasi yang terorganisasi.

Ada tiga macam pendekatan koordinasi yaitu :

1. Mekanisme Teknik Manajemen Dasar.
Rencana dan tujuan sebagai pengarah umum kegiatan-kegiatan serta aturan-aturan dan prosedur-prosedur. Organisasi relatif tidak memerlukan peralatan koordinasi lebih dari teknik-teknik tersebut.
- Aturan dan prosedur.
Merupakan keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin, sehingga dapat juga menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin. - Rencana dan penetapan tujuan.
Untuk pengembangannya dapat digunakan untuk pengoordinasian melalui pengarah seluruh satuan orgaisasi terhadap sasaran-sasaran yang sama.hal ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak dapat lagi memproses seluruh informasi yang dibutuhkan untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan satuan-satuan oraganisasi.

2. Meningakatkan koordinasi potensial.
Untuk meningkatkan koordinasi potensial menjadi diperlukan apabila terdapat banyak macam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi.Hal ini dapat ditingkatkan melalui dua cara, yaitu :
- Sistem informasi vertikal.
Merupakan alat dimana terdapat data yang disalurkan melalui berbagai tingkatan organisasi. Pada hal ini komunikasi dapat terjadi melalui serangkaian perintah yang telah terorganisasi. Sistem informasi ini telah dikembangkan oleh manajemen seperti pada kegiatan pemasaran, keuangan, produksi, dan operasi-operasi internasional untuk meningkatkan informasi yang tersedia bagi perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
- Hubungan-hubungan lateral (harizontal).
Melalui pemotongan rantai perintah, hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.

Macam hubungan lateral, seperti:
a). Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatakan efektivitas dan efisiensi kerja.
b). Peranan penghubung, yang menangani komunikasi antar departemen sahingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi.
c). Panitia dan satuan tugas. Panitia biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur. Satuan tugas dibentuk bila dibutuhkan untuk masalah-masalah khusus.
d). Pengintegrasian peranan-peranan, yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek, perlu diciptakan bila suatu produk, jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang.
e). Peranan penghubung manajerial, yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya. Ini diperlukan bila posisi pengintegrasian tidak secara efektif mengoordinasikan tugas tertentu.
f). Organisasi matriks, suatu mekanisme yang sangat baik bagi penanganan dan penyelesaian proyek-proyek yang kompleks.

3. Metoda Pengurangan Kebutuhan akan Koordinasi
Dibeberapa situasi kita tidak dapat melakukan penambahan pengordinasian hal ini dikarekan kurang efektif. Penambahan dapat digunakan apabila sebelumnya kita sudah membuat penyediaan tambahan berbagai sumber daya untuk satuan-satuan organisasi atau pengelompokkan kembali satuan-satuan organisasi agar tugas-tugas dapat berdiri sendiri.
- Penciptaan berbagai sumber daya tambahan.
- Penambahan sumber daya dalam hal ini meliputi
- Penambahan tenaga kerja, bahan baku atau waktu, tugas diperingan dan masalah-masalah yang timbul berkurang.
- Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri

Penciptaan tugas ini sangat di perlukan guna mempermudah pekerjaan selain itu Kelompok tugas yang dapat berdiri sendiri diserahi suatu tanggung jawab penuh salah satu organisasi operasi (perusahaan).

Memelihara Koordinasi
Apabila koordinasi sudah berjalan dengan baik kita wajib untuk memeliharanya karena tidak mudah untuk menciptakan kerjasama yang baik antar individu.
Hal – hal yang harus diperhatikan adalah
- Mengadakan pertemuan resmi (unsur atau unit yang harus dikoordinasikan),
- Mengangkat seseorang, tim, panitia (sebagai koordinator).
- Membuat buku pedoman (berisikan penjelasan tugas masing-masing unit),
- Pimpinan/atasan mengadakan pertemuan-pertemuan informal dengan bawahannya (pemberian bimbingan, konsultasi, dan pengarahan).



Daftar Pusaka:

Struktur Devisional dan Fungsional dari Perusahaan PT. Unilever, Tbk


U
nilever Indonesia telah berkembang menjadi sebuah perusahaan terkemuka rumah dan perawatan pribadi serta makanan dan produk es krim di Indonesia. Portofolio Unilever Indonesia mencakup banyak dikenal dan dicintai merek dunia, seperti Pepsodent, Ponds, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall, Blue Band, Royco, Bango dan masih banyak lagi. Perusahaan ini menawarkan sahamnya kepada publik pada tahun 1981 dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 11 Januari 1982. Seperti pada akhir 2011, Perusahaan ini peringkat enam pada Bursa Efek Indonesia dalam hal kapitalisasi pasar.

Struktur organisasi

       1. Direksi

·         Presiden direktur
Hemant Bakshi

·         Direktur
Tevilyan Yudhistira Rusli

·         Direktur
Hadrianus Setiawan

·         Direktur
Ramakrishnan Raghuraman

·         Direktur
Debora Herawati Sadrach

·         Direktur
Ainul Yaqin

·         Direktur
Enny Hartati Sampurno

·         Direktur & Sekretaris Perusahaan.
Sancoyo Antarikso

·         Direktur
Annemarieke de Haan

2          2. Dewan Komisaris
·         Calon Komisaris Independen
Mahendra Siregar

·         Presiden Komisaris
Maurits Daniel Rudolf Lalisang

·         Komisaris Independen
Bambang Subianto

·         Komisaris Independen
Cyrillus Harinowo

·         Komisaris Independen
Hikmahanto Juwana

3          3. Komite Audit
·         Ketua Komite Audit
Erry Firmansyah

·         Anggota Komite Audit
Muhammad Saleh

·         Anggota Komite Audit
Benny Redjo Setyono

4          4.  Komite Nominasi dan Remunerasi
·         Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi.
Peter Frank Ter Kulve

·         Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
Maurits Daniel Rudolf Lalisang

·         Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
Enny Hartati Sampurno


Berikut dimensi dimensi struktur organisasi dari Unilever Indonesia Tbk:
1

Sekarang mari kita bahas dimensi struktur organisasi diatas

Suatu organisasi usaha agar memiliki struktur yang cermat perlu dilakukan departementalisasi,  yaitu dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaaan  menjadi satu kelompok dalam suatu organisasi. Terdapat beberapa macam departementalisasi, yaitu
11. Departementalisasi fungsional
Departementalisasi fungsional adalah mengelompokkan sejumlah pekerjaan berdasarkan fungsi yang dilaksanakanBerdasarkan struktur oraganisasi diatas dapat kita lihat bahwa dalam struktur organisasi Unilever indonesia Tbk diterapkan departementalisasi fungsional. Karena mengelompokan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok.
Kita ambil contoh Director Chief Financial Officer
2
adalah departement yang mengelompokkan antara finance, account, bisnis sistem dan legal service.

22. Departementalisasi geografis
Departementalisasi geografis, mengelompokkan pekerjaan berdasarkan kewilayaan atau geografis. Dari bagan kita tidak dapat menemukan departementalisasi geografis. Karena dimensi diatas dibuat secara garis besar dan tidak mendetail. Tapi dilihat dari sisi lain bisa kita lihat perusahaan unilever menggunakan departementalisasi geografis dari penyebaran per negara. Salah satunya indonesia contohnya

33. Departemantalisasi proses
Departemantalisasi proses adalah mengelompokkan pekerjaan berdasar arus arus produk.
3

44. Departmentalisasi pelanggan
Departmentalisasi pelanggan adalah mengelompokkan pekerjaan berdasarkan pelanggan
4


Selanjutnya kita masuk ke model design organisasi Unilever Indonesia Tbk

Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Model organisasi berdasarkan atas desain organisasi menurut Gibson (1994) ada 2 macam yaitu sebagai berikut
Struktur Mekanik
Struktur Organik
Individual SpecializationSetiap pekerja bekerja secara terpisah dan terspesialisasi dalam satu tugas kerja yang terurai dengan jelas 
Joint- SpecializationSetiap pekerja bekerja secara bersama dan tindakan-tindakan mereka terkoordinasi untuk meneumukan dan menentukan cara-cara terbaik dalam mengerjakan (mengunjukkan) pekerjaan
Simple Integrating MechanismsHirarki kewenangan terurai secara jelas dan digunakan sebagai alat mekanisme integrasi yang utama 
Complex Integrating-MechanismsSatuan Tugas dan Tim sebagai mekanisme utama integrasi 
CentralizationKewenangan untuk mengawasi atau mengontrol berada di  puncak pimpinan organisasi. Sebagian besar komunikasi  bersifat vertikal 
DecentralizationKewenangan untuk mengawasi atau mengontrol didelegasi kepada seluruh anggota organisasi di semua level organisasi. Sebagian besar komunikasi bersifat lateral (mendatar, antar fungsi, tanpa harus selalu melapor terlebih dahulu ke pimpinan  puncak 
StandardizationMenggunakan secara ekstensif peraturan dan SOP untukmengkoordinasikan tugas, dan proses kerja dapat diprediksi 
Mutual AdjusmentMenggunakan secara ekstensif hubungan tatap muka untuk mengkoordinasikan tugas, dan proses kerja relatid sulitdiprediksi 
Status-Consciusness Informal OrganizationSetiap pekerja secara ketat melindungi, menutup, ataumenjaga wilayah kewenangan dan tanggungjawabnya dari(intervensi) pihak atau orang lain 
Status-Consciusness Informal OrganizationSetiap pekerja berbagi ilmu dan ketrampilan yang dimilikinyadengan orang lain kewenangan dan tanggungjawabnya berubahsepanjang waktu 



Daftar pusaka: